PROLOG Kuat Tapi Boong
Katanya hidup itu soal kuat.
Katanya orang dewasa itu harus tahan banting.
Katanya nangis cuma buat anak kecil.
Katanya...
Padahal kenyataannya, tahun 2025 ini gue kuat cuma di story.
Di depan orang ketawa, di kamar mandi… duduk sambil mikir hidup.
Nama gue Raka
Umur 27.
Status: baik-baik aja (katanya).
Setiap pagi gue bangun, buka HP, lihat notifikasi grup:
> “Semangat yaa hari ini 💪🔥”
Gue bales:
> “SIAP 🔥😎”
Padahal sebenernya:
"Saldo tinggal angka yang bikin dada sesek".
"Kerjaan numpuk kayak cucian seminggu".
"Hati? Jangan ditanya, lagi maintenance".
Tapi ya gitu…
"Kuat tapi boong".
KARAKTER UTAMA (FIKTIP)
Raka – > Protagonis
Spesialis ketawa nutupin luka. Jago bikin orang lain nyaman, lupa bikin dirinya tenang.
Naya – > Teman dekat Cewek paling peka sedunia. Sering bilang,
> “Lu gak apa-apa?”
> yang artinya: *“Lu kenapa tapi gak mau cerita?”*
Dito – > Sahabat
Raja bercanda, tapi paling jujur soal capek hidup.
Ibu Raka – > Orang yang selalu bilang:
> “Jangan lupa makan.”
> Padahal itu kode: “Ibu peduli tapi gak bisa bilang panjang.”
TEMA BESAR CERITA
-> Pura-pura kuat di era sosial media
-> Tekanan hidup usia 25+
-> Persahabatan absurd tapi tulus
-> Ketawa sebagai mekanisme bertahan hidup
-> Capek tapi tetep jalan
Genre: komedi – kehidupan sehari-hari
Gaya bahasa: gaul, santai, nyeleneh
Judul: “Kuat Tapi Boong”
Setting waktu: Tahun 2025
Status cerita: drama 365 hari (hampir selesai)
